Selasa, 05 November 2013

Kirab Malam 1 Suro, Kerbau Bule Keraton Solo "Ngambek"


Meski sempat ada pertentangan dari pihak Raja Keraton Kasunanan Surakarta, Paku Buwono XIII Hangabehi, akhirnya kubu Lembaga Dewan Adat tetap melaksanakan kirab malam 1 Suro. Hanya saja dalam kirab kali ini tidak menyertakan pusaka. Selain itu delapan ekor kerbau bule yang ikut dikirab juga sempat tidak mau jalan.
 
Pantauan VIVAnews, prosesi kirab itu diawali dengan kedatangan delapan ekor kerbau bule turunan Kyai Slamet. Kerbau itu tiba di depan kori kamandungan atau depan keraton sekitar pukul 23.55 WIB. Selanjutnya, kerbau langsung digiring oleh para pawang untuk makan pakan, dan sesajian yang telah disiapkan oleh para abdi dalem.

Hanya saja setelah itu kerbau terlihat ngambek dan tidak mau melanjutkan perjalanan menuju pintu gerbang utama keraton. Setiap kali digiring menuju pintu gerbang utama keraton, selalu berlarian berbalik arah menuju arah timur.
 
Kejadian seperti itu berlangsung hingga lima kali. Bahkan, sejumlah pawang dan abdi dalem yang memang bertugas menggiring kerbau itu terlihat tak bisa berbuat banyak.

Meski demikian, sekitar pukul 00.25 WIB, rombongan kerbau yang menjadi ujung tombak kirab itu mau meneruskan perjalanan menuju pintu gerbang utama keraton. Selanjutnya rombongan kerbau yang menjadi ujung tombak kirab itu pun langsung menyusuri rute kirab yang telah ditentukan.
 
Selain ada kejadian tersebut, kirab kali ini tidak menyertakan pusaka. Padahal pada perayaan malam 1 Suro sebelumnya, kirab tersebut selalu menyertakan pusaka keraton.
 
KGPH Puger yang merupakan perwakilan dari Lembaga Dewan Adat mengatakan, pihaknya tetap melaksanakan prosesi kirab malam 1 Suro supaya tradisi kuno yang sudah turun temurun itu tetap berlangsung seperti dengan tahun-tahun sebelumnya.
 
"Jangan sampai hanya karena seseorang yang tidak berkenan kemudian mengorbankan tradisi kirab malam 1 Suro yang sudah berlangsung secara turun temurun ini," ujar dia.
 
Sementara itu, juru bicara Raja Paku Buwono XIII, GPH Bambang Pradotonagoro mengatakan sang raja tetap konsisten untuk melarang diadakannya kirab pusaka pada perayaan malam 1 Suro.

"Kunci tempat penyimpanan pusaka masih dipegang oleh sinuhun (Paku Buwono XIII). Sinuhun tidak akan memberikan kunci itu untuk mengikutsertakan pusaka keraton pada kirab malam ini," ujar dia.
 
Lebih lanjut dia mengungkapkan jika nantinya kirab benar-benar dilaksanakan dan menyertakan pusaka. Artinya, pusaka yang dikirab itu bukan merupakan pusaka inti. Padahal dalam setiap kirab malam 1 Suro, pusaka yang diikutserakan dalam kirab merupakan pusaka inti atau utama.
 
"Pusaka itu ada dua, yakni pusaka inti dan pusaka tidak inti. Yang selalu dikirab itu pusaka inti, dan yang membawa kuncinya adalah sinuhun," ucapnya.


Sumber Vivanews

0 komentar:

Posting Komentar