Rabu, 27 November 2013

5 Pernyataan Ngaco Mantan Bos BlackBerry


Thorsten Heins tidak lagi menjabat sebagai CEO BlackBerry. Ia digantikan oleh John Chen setelah dianggap gagal menyukseskan BlackBerry 10.

Dalam masa kepemimpinannya, ada beberapa pernyataan Thorsten Heins yang dianggap ngaco atau tidak sesuai harapan. Entah untuk sekadar menenangkan konsumen atau memang dia sungguh-sungguh dengan kata-katanya tersebut.

Apa saja kata-kata Heins yang dinilai ngaco dan dinilai tidak sesuai dengan kenyataan?

1. Tidak Ada yang Salah dengan BlackBerry

"Tidak ada yang salah dengan perusahaan ini dalam keadaannya pada saat ini," tukas Heins pada bulan Maret 2012.

Saat itu, Heins baru saja diangkat sebagai CEO BlackBerry. Ia yakin, BlackBerry akan berkembang pesat di masa kepemimpinannya dan tidak ada sesuatu yang salah dengan perusahaan.

Padahal pada saat itu, BlackBerry sudah begitu keteteran mengadapi Android dan iPhone. Heins yakin perangkat BlackBerry 10 akan membalikkan keadaan meskipun pada akhirnya, kenyataan berkata lain.

"Saya merasa positif bahwa pada saat Blackerry 10 kami luncurkan, kami akan kembali menjadi pemain yang sangat kuat," yakinnya pada saat itu.

2. Dalam 5 Tahun, BlackBerry Pimpin Mobile Computing

Begitu yakinnya Heins dengan kesuksesan BlackBerry 10 sehingga ia yakin BlackBerry akan memimpin dalam waktu lima tahun.

"Dalam lima tahun, saya bisa melihat BlackBerry akan menjadi pemimpin absolut dalam komputasi mobile, itulah tujuan kami," kata Heins pada bulan Mei 2013.

"Saya ingin mendapatkan sebanyak mungkin pangsa pasar, namun tidak dengan menjadi penjiplak," tambahnya pada saat itu.

Kenyataannya, penjualan perangkat BlackBerry 10 seperti Z10 dan Q10 tidak sesuai harapan. Yang kemudian berujung pada pemecatan Heins.

3. BlackBerry Selalu Berinovasi

"Tantangan yang kami hadapi di masa depan bukan soal inovasi, soal ini akan selalu bisa ditangani selama Jim dan Mike (pendiri BlackBerry-red) ada di dewan pimpinan dan membantu kami dengan nasehatnya," tukas Heins pada akhir 2012.

Dengan kata lain, Heins menilai BlackBerry sudah cukup berinovasi. Ia tidak menganggap inovasi produk BlackBerry sebagai sesuatu yang menjadi prioritas karena merasa sudah melakukannya.

Padahal, salah satu titik lemah BlackBerry dinilai dalam soal inovasi. Misalnya, terus menerus mempertahankan produk lama di saat sudah kalah jauh dari kompetitornya.

BlackBerry 10 memang menghadirkan berbagai inovasi fitur. Namun sayangnya dinilai sudah terlambat kehadirannya dalam pasar yang didominasi iPhone serta Android.

4. Tablet PC Tidak Dibutuhkan

Heins terkesan meremahkan industri tablet PC. Ia bahkan memprediksi bahwa di masa depan, orang-orang tidak lagi membutuhkan gadget yang dipelopori iPad tersebut.

"Dalam lima tahun, saya pikir tidak ada alasan mengapa orang harus memiliki tablet. Mungkin akan ada layar besar di kantor Anda, namun bukan tablet," katanya pada bulan Mei 2013.

Padahal, pasar tablet terus membesar dan memangsa industri desktop dan laptop. Sehingga banyak vendor terjun membuat tablet PC.

BlackBerry sendiri pernah membuat tablet PC berjuluk PlayBook. Namun gagal di pasaran dan menumpuk di gudang.

5. Penjualan BlackBerry 10 Menggembirakan

Pertengahan tahun 2013, Heins mengklaim kalau penjualan BlackBerry 10 menggembirakan. Sehingga dia makin gembira dari hari ke hari.

"Saya semakin bergairah dari hari ke hari. Sehingga saya harus memastikan tetap berpijak ke tanah dan tidak kehilangan realitas," tukas Heins menggambarkan seperti apa kegembiraannya.

Padahal, penjualan BlackBerry 10 akhirnya diketahui tidak sesuai harapan. Pada laporan terbaru dari biro riset IDC, pangsa pasar BlackBerry tinggal 1% saja sehingga dianggap tinggal menunggu kejatuhan.

BlackBerry pun mengalami kerugian besar dan terpaksa memecat 4.500 karyawan. Heins pun akhirnya didepak karena dinilai tidak mampu membangkitkan BlackBerry.


0 komentar:

Posting Komentar