Senin, 02 Desember 2013

Inilah 3 Benda Yang Sempat Jadi Mata Uang


Sebagai Alat tukar, uang memang memiliki fungsi yang vital dalam perdagangan. Untuk membeli segala sesuatunya selalu dibutuhkan uang. tapi tahukah anda di zaman dahulu yang digunakan sebagai uang atau alat tukar ternyata berasal dari benda-benda yang mungkin tidak pernah terpikirkan kalau dahulu benda ini sempat dijadikan alat tukar. Ingin tau uniknya, berikut beritanya.


Sebelum mengenal uang logam dan uang kertas, masyarakat di dunia umumnya menggunakan barang seadanya untuk dijadikan alat tukar. Menurut sumber informasi Museum Bank Indonesia, setidaknya ada 3 benda yang pernah digunakan masyarakat dunia untuk dijadikan alat tukar.

Benda tersebut sampai sekarang ada, namun keberadaannya kini tidak lagi dijadikan alat tukar melainkan hiasan atau makanan. Berikut 3 benda yang dulu pernah dijadikan alat tukar


1. Uang dari Coklat

Suku di pedalaman Amerika Latin, Suku Aztek dan Maya pada zaman dahulu menggunakan biji cokelat sebagai alat peembayaran. Bagi masyarakat aztek, biji kakao bernilai tinggi sehingga muncul industri pemalsuan biji kakao. Para pemalsu mengumpulkan seekum kakao kring kemudian diisinya dengan tanah. Uang-uang palsu itu pun kemudian dicampur dengan biji-bijian kakau yang asli. Bisa jadi ini bisnis pemalsuan awal terawal di dunia.

2. Uang berasal dari Lautan

Fungsi uang sebagai alat transaksi berawal jauh dari manusia mengenal uang logam. Seringkali benda yang layak digunakan sebagai alat tukar adalah benda-benda yang beernilai spritiual yang tinggi. Beberapa suku mula mula menggunakan kerang jenis tertentu sebagai alat tukar. Jenis yang paliong. Bernilai tinggi adalah rumah karang bedar dari jenis Queen Conch.

3. Uang dari Kain Tenun

Indonesia pernah mencetak uang unik sekaligus aneh di dunia. Uang itu dicetak saat Kerajaan Buton di Sulawesi Tenggara berjaya di abad ke-14. Namanya uang Kampua.

Adalah uang Kampua adalah berasal dari Kerajaan Buton abad ke-14. Banyak para pelaku dagang dunia saat itu mengatakan uang aneh dari Buton.

Uang ini dibuat berbahan dasar kain tenun. Tetapi ada keunikan dari uang ini, si pembuat diharuskan berasal dari kalangan kerajaan. Maka dari itu, yang sering membuat uang Kampua ini adalah kalangan putri raja.

Uang Kampua resmi digunakan hingga akhir abad ke-16. Meski dibuat dari kain, mata uang yang dibuat oleh putri raja mempunyai corak, garis dan motif yang disesuaikan dengan arahan pemimpinnya sehingga meminimalisir aksi pemalsuan saat itu. Cetakan besaran uang Kampua diukur lewat ukuran tangan si pemimpin terutama 4 ruas jari.

Pemimpin atau Penguasa kerajaan saat itu mempunyai wewenang dan tanggung jawab atas uang Kampua yang beredar di masyarakat. Nilai dari uang Kampua itu awalnya 1 potong sama dengan 1 butir telur nilainya tetapi kemudian naik menjadi 30 butir telur/ 1 potong uang Kampua.

Sumber

0 komentar:

Posting Komentar