Kamis, 13 Februari 2014

Sedikit Mengenal Gunung Kelud


Berita duka kembali hadir di awal tahun 2014 ini. Pulau jawa kembali mendapat bencana dengan meletusnya Gunung Kelud yang berada kira-kira 27 km sebelah timur pusat kota kediri. Gunung ini berada di perbatasan antara Kabupaten kediri, Kabupaten Blitar, dan Kabupaten Malang. Menurut  Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik mengungkapkan, letusan Gunung Kelud, Kamis (13/2/2014) malam, mencapai ketinggian 17 kilometer.

Gunung kelud merupakan salah satu gunung berapi yang cukup sering meletus dengan rentang 9-25 tahun. Seperti kebanyakan gunung berapi lainnya di pulau jawa, Gunung kelud terbentuk akibat proses subduksi lempeng benua indo-Australia terhadap lempeng Eurasia. Gunung kelud telah meletus diperkirakan sejak tahun 1300, sehingga gunung ini termasuk salah satu gunung berapi yang berbahaya bagi manusia.

Salah satu ciri dari Gunung Kelud ini adalah dengan adanya danau kawah yang membuat lahar letusan sangat cair dan dapat membahayakan penduduk sekitar.


Ternyata aktivitas Gunung Kelud ini telah banyak memakan korban. Lebih dari 15.000 jiwa meninggal sejak abad ke-15. Letusan pada tahun 1586 adalah letusan dengan korban terbanyak yaitu mencapai 10.000 jiwa. Salah satu bahaya akibat letusan gunung kelud ini adalah adanya banjir lahar dingin. Bahkan pada tahun 1919 banjir lahar dingin ini memakan korban hingga ribuan jiwa. Salah satu solusi yang dibuat untuk mengatasi hal ini adalah dibuatnya sebuah sistem yang mengalirkan lahar agar tidak memasuki pemukiman warga.

Sejak 2 february 2014 sebenarnya status Gunung Kelud sudah dinyatakan waspada. Kemudian pada tanggal 10 Februari, status Gunung Kelud kembali ditingkatkan menjadi siaga. Hingga akhirnya pada pukul 21.15 tadi malam, Gunung Kelud sudah berstatus awas. Dan status ini merupakan status paling tinggi, yaitu level 4. Namun tak lama berselang yaitu sekitar pukul 22.50 akhirnya erupsi Gunung Kelud terjadi.

Kita memang tidak bisa melawan kehendak alam, tetapi tentu saja kita bisa bertindak untuk membuat keadaan menjadi lebih baik atau menghindari terjadinya korban jiwa. Semoga para korban diberi kan ketabahan, dan bencana ini segera berakhir.


Sumber: Kompas dan Wikipedia 

0 komentar:

Posting Komentar