Jumat, 08 Februari 2013

Inilah Bahan Kosmetik Berbahaya



     Apakah Anda senang berbelanja kosmetik lewatonline maupun di toko kecantikan, banyak kosmetik yang berjanji dapat memutihkan, menghilangkan kerut, atau anti-penuaan. Namun sulit untuk mengetahui secara langsung, apakah janji-janji yang diberikan oleh industri kecantikan tersebut memang benar-benar terbukti atau tidak.
 
     Selain itu, kita juga tidak tahu apakah bahan-bahan kosmetik yang dipakai benar-benar aman untuk kulit dan kesehatan atau tidak. Bahan kosmetik berbahaya ada yang langsung berdampak, namun ada juga yang bertahun-tahun kemudian baru berdampak terhadap kesehatan. Berikut beberapa bahan kosmetik berbahaya, seperti dilansir Sheknows.

Parabens
 
     Parabens digunakan sebagai pengawet dalam kosmetik untuk membantu mencegah pertumbuhan bakteri. Parabens menjadi kontroversial karena ditemukan pada tumor dan kanker payudara. Selain itu, parabens juga sedikit bisa meniru sedikit hormon estrogen (yang memainkan peran penting dalam perkembangan kanker payudara). Parabens juga berkontribusi atas meningkatnya penuaan kulit dan kerusakan DNA.

Phthalates
 
     Phthalates digunakan sebagai pelarut dalam kosmetik untuk membantu bahan lain bercampur dengan baik. Phthalates diketahui menyebabkan reproduksi dan perkembangan toksisitas (racun), yang pada gilirannya mungkin dapat menyebabkan masalah kesehatan yang merugikan seperti kanker.

Triclosan
 
     Digunakan sebagai antibakteri, triclosan diduga mengganggu fungsi hormon dan dapat meningkatkan alergi (iritasi). Triclosan berpotensi dapat mengganggu air karena tidak mudah hancur. Triclosan juga dapat berkontribusi terhadap resistensi antibiotik.
 
Propylene glycol atau antibeku

     Digunakan sebagai deterjen, pelarut, wetting agent, foaming agent, and conditioning agent. Paparan berulang-ulang dengan propilen glikol dapat menyebabkan penumpukan di sistem kulit dan dapat menyebabkan iritasi kulit, mual, sakit kepala dan banyak lainnya.

Minyak mineral (petroleum)

     Berfungsi untuk melembapkan (digunakan untuk mengunci kelembaban di kulit) dan juga salah satu bahan pembuatan parfum dalam dunia kosmetik. Bahan ini adalah produk sampingan penyulingan bensin dari minyak mentah. Minyak mineral adalah cairan sisa. Minyak ini begitu berlimpah sehingga untuk membuangnya dibutuhkan biaya yang lebih mahal daripada jika digunakan. Minyak mineral diketahui berpotensi menyumbat pori-pori dan dapat menurunkan fungsi paru-paru dan menyebabkan pneumonia.

0 komentar:

Posting Komentar